
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ke-80, para siswa MAN 2 Bungo menggelar acara sederhana namun penuh makna dengan membacakan puisi khusus sebagai ungkapan cinta dan terima kasih kepada para guru. Kegiatan yang berlangsung di lapangan madrasah itu diwarnai suasana haru dan kebanggaan
Puisi berjudul “Pelita yang Tak Pernah Padam” dibacakan oleh perwakilan siswa. Dengan suara bergetar namun penuh ketulusan, mereka menyampaikan bait demi bait yang menggambarkan perjuangan guru sebagai pembimbing ilmu dan penuntun akhlak.
Dalam salah satu baitnya, siswa membacakan:
Engkaulah cahaya di kala gelap,
pena yang menuliskan masa depan kami,
dalam lelahmu tersimpan harapan,
dalam sabarmu tumbuh cita-cita negeri.
Para guru yang hadir tak mampu menyembunyikan rasa haru mereka. Beberapa terlihat menyeka air mata ketika mendengar lantunan puisi yang disusun langsung oleh siswa-siswa MAN 2 Bungo.

Kepala MAN 2 Bungo menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan ketulusan siswa. “Hari Guru bukan sekadar seremoni, tetapi momen bagi kita semua untuk mengingat kembali betapa pentingnya hubungan batin antara guru dan murid. Puisi ini adalah hadiah paling indah,” ujarnya.
Acara ditutup dengan pemberian bunga simbolis dari siswa kepada guru serta doa bersama untuk keberkahan ilmu dan kesuksesan pendidikan di masa depan.
Dengan rangkaian puisi dan penghormatan tersebut, MAN 2 Bungo berhasil menghadirkan momen istimewa yang menghangatkan hati—sebuah bukti bahwa ketulusan seorang murid adalah penghargaan terbesar bagi setiap guru.
|
32x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...