Selamat Datang di Website Resmi MAN 2 Bungo # Selamat Datang di Website MAN 2 Bungo http://man2bungo.mdrsh.id - PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2024/2025 # ALHAMDULILLAH SISWA-SISWI MAN 2 BUNGO LULUS 100% # Selamat Datang di Website MAN 2 Bungo http://man2bungo.mdrsh.id - PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2020/2021 dan Kelulusan Siswa-siswi MAN 2 Bungo Tahun Pelajaran 2021/2022 # Selamat Datang di Website MAN 2 Bungo http://man2bungo.mdrsh.id # Selamat Datang di Website MAN 2 Bungo http://man2bungo.mdrsh.id - PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2020/2021 dan Kelulusan Siswa-siswi MAN 2 Bungo Tahun Pelajaran 2019/2020 - Operator Web

Akademik: Karya Ilmiah Guru


ABSTRAK

EPI ZARNI, S.Pd. 2018. Penerapan Pendekatan Inkuiri Dalam Upaya

Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Pada Konsep Larutan Asam Basa Pada Siswa Kelas XI MIA Semester II MAN 2 Bungo

Kata kunci:  Pendekatan, inkuiri, asam dan basa

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskam proses Penerapan Pendekatan Inkuiri Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Pada Konsep Larutan Asam Basa Pada Siswa Kelas XI MIA Semester II MAN 2 Bungo.

Permasalah dari Penelitian Tindakan Kelas ini  yaitu hasil belajar kimia yang rendah pada konsep larutan asam basa, metode pembelajaran yang digunakan terbatas pada ceramah dan tanya jawab, dan keterbatasan alat dan bahan eksperimen, maka diberikanlah solusi dalam pembelajaran sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan pada konsep tersebut dengan diterapkannya pendekatan inkuiri. Penelitian ini dilakukan di kelas XI MIA dengan 13 siswa dan 17 siswi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perubahan yang signifikan, yaitu hasil pembelajaran pada siklus I rata-rata nilai siswa sebesar 71,6 dengan persentase ketercapaian KKM sebesar 46,6%, pada siklus II rata-rata nilai siswa sebesar 73,7 dengan persentase ketercapaian KKM sebesar 80%. Tindakan ini diberikan pada siklus II karena tercapainya nilai diatas KKM dengan persentase 75% sebagai indikator keberhasilan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa Penerapan Pendekatan Inkuiri dapat  Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Pada Konsep Larutan Asam Basa, walaupun masih ada siswa yang masih mendapat nilai dibawah KKM.

 

 

KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, yang telah mencurahkan rahmat dan karuniaNya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Penelitian tindakan kelas yang berjudul” Penerapan Pendekatan Inkuiri Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Larutan Asam Basa Pada Siswa Kelas XI MIA Semester II MAN 2 Bungo” Selesainya penelitian ini berkat bantuan dan motivasi dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada:

  1. Ibu Dra. Masniah, S.Pd, selaku Kepala MAN 2 Bungo
  2. Ibu Yulisma, S.Pd Guru MAN 2 Bungo
  3. Bapak dan Ibu Majelis Guru beserta Staf Tata Usaha MAN 2 Bungo

Dan semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan Penelitian tindakan kelas yang tidak dapat disebutkan satu persatu oleh penulis. Semoga Allah membalas kebaikan yang telah diberikan. Akhir kata, semoga Penelitian tindakan kelas ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pengembangan pengetahuan di dunia pendidikan sains pada umumnya.

 

 

Muara Bungo,     Maret  2018

Penulis   

 

 

EPI ZARNI, S.Pd

NIP. 197711102005012007

 

 

DAFTAR ISI

                                                                                                                         Halaman

LEMBAR PENGESAHAN ………………………….........................................

ABSTRAK ...........................................................................................................

KATA PENGANTAR .........................................................................................

DAFTAR ISI ........................................................................................................

DAFTAR TABEL ................................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN  ……………...…………………………………........…

BAB I    PENDAHULUAN ………………………………………………..........

A.    Latar Belakang ............... ……………………….…….....................

B.    Rumusan Masalah ..............…………………………………..........

C.    Tujuan Penelitian ..............................................................................

D.    Manfaat  Penelitian  …………………..............................…............

BAB II  KAJIAN TEORI ...................………………………………….....……

A.    Pendekatan Pembelajaran …......……………………..….....………

B.    Larutan Asam Basa  ….........………………………….....…………

C.     Hasil Penelitian yang Relevan ……………........…….....…………

D.    Hipotesis Tindakan ……..……………………….....………………

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ……………………….….........…......

A.    Subjek Penelitian  ………………………………………........……

B.    Waktu dan Tempat Penelitian ……………………........…………...

C.    Prosedur Penelitian ...........................................................................

D.    Teknik Analisis Data  …………..........…………………......………

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ......................................

A.    Hasil Penelitian Siklus I………….......…….....………................… 

B.    Hasil Penelitian Siklus II ………................…................…………..

C.    Pembahasan………………………………………………………...   

BAB V KESIMPULAN …………………………………………………...……

A.    Kesimpulan ………………………………………….....……....….....

B.    Saran  ...………………………………………………........……........

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………...……...

LAMPIRAN-LAMPIRAN ………………………………………...…………...

i

ii

iii

iv

v

vi

1

1

3

3

4

5

5

13

19

19

20

20

20

20

23

30

30

41

51

54

54

54

55

57

 

 

.

 

 

 

 

 DAFTAR LAMPIRAN

 

Lampiran 1 Data Nilai siswa kelas XI Mia Siklus I dan Siklus II. ................... 57

Lampiran 2 Lembar Kerja Siswa .................................................................. 59

Lampiran 3 Kisi-Kisi dan Indikator Soal ........................………………........……...  64

Lampiran 4 Foto-Foto Kegiatan Pembelajaran (Praktikum Asam Basa)………. 69

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Belajar dalam pendidikan dipandang sebagai usaha sadar dan disengaja yang dirancang dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan. Proses pembelajaran pada hakekatnya diupayakan agar peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitasnya melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Hakikat lain dari pembelajaran adalah perencanaan atau perancangan yang disiapkan guru dalam upaya membelajarkan siswa.

Oleh karena itu dalam pembelajaran, diharapkan desain atau rancangan yang disiapkan tidak hanya membuat siswa berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar, tetapi juga dengan keseluruhan sumber belajar yang memungkinkan untuk digunakan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.  Pembelajaran yang baik memungkinkan siswa dapat berinteraksi dengan guru dan juga lingkungan, sehingga dalam proses pembelajarannya tidak hanya sekedar menghafal sejumlah fakta atau informasi, akan tetapi pristiwa mental dan proses berpengalaman.

Sesuai dengan peraturan pemerintah No. 32 Tahun 2013 pasal 19 dikatakan bahwa “proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpatisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.” Hal ini memperjelas bahwa skenario pembelajaran yang didesain oleh guru harus berorientasi pada kegiatan siswa. 

Upaya menciptakan sistem pembelajaran yang baik salah satunya dengan menggunakan suatu pendekatan pembelajaran. Penggunaan pendekatan pembelajaran disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran juga harus diperhatikan agar tujuan pembelajarannya terarah dan dapat membantu siswa menggunakan daya intelektualnya.

Keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari kualitas anak didik, salah satu tolak ukurnya adalah proses belajar siswa. Usaha peningkatan kualitas pembelajaran ini sebenarnya dapat diketahui melalui informasi mengenai keberhasilan guru dan siswa dalam berinteraksi mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, adapun proses pembelajaran merupakan kegiatan yang utama, sehingga keberhasilan siswa tergantung dari proses belajar itu sendiri.

Berdasarkan data hasil belajar siswa pada konsep larutan asam dan basa yang diperoleh dari guru bidang studi kimia, pada kelas XI MIA tahun ajaran 2017/2018 sebagian siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 71. Nilai rata-rata siswa sebesar 62,6 dengan persentase nilai di atas KKM yaitu 35% dan persentase nilai di bawah KKM yaitu 65%. Apabila 75% dari jumlah siswa yang mengikuti proses belajar mengajar atau mencapai taraf keberhasilan minimal, optimal bahkan maksimal, maka proses belajar mengajar berikutnya dapat membahas pokok bahasan baru dan hendaknya bersifat perbaikan. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa proses belajar mengajar berikutnya seharusnya belum dapat melanjutkan pokok bahasan baru dan guru hendaknya melakukan perbaikan. Berdasarkan kenyataan di atas, perlu dilakukan tindakan Penerapan Pendekatan Inkuiri dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Larutan Asam Basa pada siswa kelas XI MIA semester II  MAN 2 Bungo

 

B.  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah  diatas, dapat di rumuskan beberapa masalah sebagai berikut:

  1. Hasil belajar kimia pada konsep larutan asam basa belum mencapai KKM.
  2. Kurang bervariasinya model pembelajaran yang diberikan guru
  3. Siswa kurang memiliki rasa ingin tahu terhadap materi yang disajikan
  4. Sumber belajar terbatas pada informasi guru.
  5. Siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran
  6. Penggunaan laboratorium sebagai sarana pembelajaran yang belum dioptimalkan karena berbagai faktor.

 

C.   Tujuan  Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan penerapan pendekatan inkuiri pada konsep larutan asam basa siswa kelas XI Mia MAN 2 Bungo

 

D. Manfaat Penelitian

Manfaat Penelitian ini  diantaranya:

  1. Manfaat bagi siswa
  • Bagi siswa dapat meningkatkan hasil belajar, dan memotivasi siswa dalam belajar kimia dengan menerapkan kegiatan praktikum melalui keterampilan proses siswa.
  1. Manfaat bagi peneliti
  • Sebagai pedoman bagi peneliti dalam melaksanakan dan mengembangkan penelitian dengan pendekatan inkuiri
  1. Bagi Keilmuan
  • Memberi kontribusi bagi guru dan sekolah dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan pendekatan inkuiri yang berorientasikan pada keterampilan proses siswa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

A.   Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan (approach) merupakan suatu titik tolak atau sudut pandangan terhadap proses pembelajaran. Pendekatan bersifat filosofis paradigmatik, yaitu dasar dari aplikasi strategi dan metode. Pendekatan merupakan dasar untuk menentukan strategi pembelajaran yang diwujudkan melalui suatu metode, dan metode merupakan alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi pembelajaran. Dengan kata lain pendekatan dapat diimplementasikan dalam sejumlah strategi, dan suatu strategi dapat diimplementasikan dalam beberapa metode. 

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai jalan yang akan dilalui oleh guru dan siswa dalam upaya mencapai tujuan intruksional pada suatu satuan intruksional tertentu. Pendekatan pembelajaran dilakukan oleh guru untuk menjelaskan materi pelajaran yang diorientasikan pada pengalaman-pengalaman yang dimiliki siswa untuk mempelajari suatu konsep, prinsip atau teori yang baru tentang suatu bidang ilmu. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang digunakan oleh guru untuk membantu siswa dalam memahami suatu konsep, prinsip atau teori baru yang diorientasikan melalui pengalaman-pengalaman yang dimiliki siswa itu sendiri dalam proses pembelajarannya. Pendekatan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered approaches), menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction) dan pembelajaran deduktif dan expository.
  2. Pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approaches), menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inquiry serta pembelajaran induktif.

Berdasarkan pemerolehan bahan pembelajaran, secara garis besar pendekatan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Pendekatan konsep, yaitu suatu pendekatan yang menekankan pada

       perolehan dan pemahaman fakta dan prinsip.

  1. Pendekatan proses atau dikenal dengan pendekatan keterampilan proses, yaitu pendekatan yang menekankan pada bagaimana pembelajaran itu diajarkan dan dipelajari dan mementingkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran serta menekankan pada hasil belajar tuntas.

Pendekatan pembelajaran dinilai baik apabila dapat mencapai suatu tujuan intruksional dalam suatu satuan instruksional dengan memperhatikan hal-hal berikut, yaitu:

  1. Identifikasi tujuan
  2. Analisis tujuan
  3. Penetapan tujuan
  4. Spsifikasi pengetahuan, keterampilan dan sikap
  5. Identifikasi kebutuhan pendidikan dan latihan
  6. Evaluasi
  7. Organisasi sumber-sumber belajar

 

  1. Pendekatan Inkuiri

Inkuiri berasal dari kata inquire yang berarti menanyakan, meminta keterangan, atau penyelidikan. “Inkuiri merupakan perluasan dari proses discovery yang digunakan lebih mendalam”. Inkuiri merupakan suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan seluruh kemampuan siswa secara maksimal dalam mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analiitis, sehingga siswa dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sehingga melalui pembelajaran ini, siswa dapat mengembangkan intelektualnya dan lebih percaya diri dalam mengungkapkan penemuannya.

Pembelajaran inkuiri dikembangkan oleh seorang tokoh yang bernama Suchman. Suchman meyakini bahwa “anak-anak merupakan individu yang penuh rasa ingin tahu akan segala sesuatu”. Postulat yang diajukan Suchman untuk mendukung teori yang mendasari pembelajaran ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Secara alami manusia mempunyai kecenderungan untuk selalu mencari

       tahu akan segala sesuatu yang menarik perhatiannya.

  1. Mereka akan menyadari keingintahuan akan segala sesuatu tersebut dan

       akan belajar untuk menganalisis strategi berpikirnya.

  1. Strategi baru dapat diajarkan secara langsung dan ditambahkan /

       digabungkan  dengan strategi lama  yang telah dimiliki siswa. 

  1. Penelitian kooperatif (cooperative inquiry) dapat memperkaya kemampuan berpikir dan membantu siswa belajar tentang suatu ilmu yang senantiasa

       bersifat tentative dan belajar menghargai penjelasan atau solusi alternatif. 

Pendekatan inkuiri merupakan suatu pembelajaran yang menggunakan dasar kemampuan untuk memecahkan masalah. Pendekatan inkuiri bertujuan untuk membuat siswa menjalani suatu proses bagaimana pengetahuan diciptakan Dengan kata lain prinsip utama inkuiri, yaitu siswa dapat mengkonstruk sendiri pemahamannya untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Dalam proses belajar mengajar, inkuiri merupakan suatu proses penyelidikan (investigasi) yang memungkinkan ide siswa berperan dalam melakukan proses penyelidikan tersebut.

Siswa diprogramkan agar selalu aktif secara mental maupun fisik untuk berusaha memperoleh berbagai pengalaman dalam rangka menemukan sendiri konsep-konsep yang direncanakan oleh guru. Jadi dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang berlangsung tidak hanya bersifat teoritik, tetapi juga praktik. Dengan kata lain pendekatan pembelajaran ini menekankan pada bagaimana cara siswa dalam menerapkan atau mengaplikasikan konsepkonsep maupun teori yang telah diperolehnya, sehingga pembelajaran tersebut akan memberikan pengalaman langsung dan lebih bermakna untuk siswa. 

Pengertian scientific inquiry (inkuiri ilmiah) lebih tepat dikaitkan dengan tahapan-tahapan tindakan para saintis yang mengarahkan mereka pada pengetahuan ilmiah. Tindakan para saintis tersebut dikenal dengan kegiatan atau metode ilmiah, yaitu melakukan pengamatan, merumuskan masalah, melakukan hipotesis, bereksperimen, mengumpulkan data berdasarkan instrumen yang dibuatnya dan membuat kesimpulan. Hal ini dapat menimbulkan sikap objektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka dan sebagainya.

Pengajaran dengan pendekatan inkuiri memberikan kesempatan pada siswa untuk mengenal dan mengembangkan diri mereka sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa inkuiri merupakan suatu model pembelajaran yang melibatkan kemampuan sains dalam menemukan penemuannya, dan melalui kemampuan sains tersebut dapat mengembangkan sikap positif siswa.  Beberapa prinsip yang harus diperhatikan guru             dalam menggunakan pembelajaran inkuiri, yaitu:

  1. Berorientasi pengembangan intelektual
  2. Prinsip interaksi
  3. Prinsip bertanya
  4. Prinsip belajar untuk berpikir
  5. Prinsip keterbukaan

Peranan utama guru dalam menciptakan kondisi pembelajaran ini adalah sebagai berikut, yaitu:

1.  Motivator, yang memberikan rangsangan agar peserta didik aktif dan

       bergairah berpikir.

2.  Fasilitator, yang menunjukkan jalan keluar jika peserta didik mengalami

       kesulitan.

3.  Penanya, untuk menyadarkan peserta didik dari kekeliruan yang mereka

        perbuatan

4. Administrator, yang bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan di

       dalam kelas.

Pengarah, yang memimpin kegiatan peserta didik untuk mencapai

       tujuan yang diharapkan.

  1. Manajer, yang mengelola sumber belajar, waktu dan organisasi kelas.
  2. Rewarder, yaitu memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai

       peserta didik. 

 

  1. Langkah-Langkah Pembelajaran Inkuiri

    Secara  umum proses pembelajaran             dengan menggunakan pendekatan

 inkuiri sebagai berikut, yaitu:

  1. Orientasi
    1. Merumuskan masalah
    2. Merumuskan hipotesis
    3. Mengumpulkan data
    4. Menguji hipotesis
    5. Merumuskan kesimpulan.

Dalam National Science Education Standards, pendekatan pembelajaran inkuiri  terdiri dari lima tahapan, yaitu:

1)   Engage by oriented question (pemberian pertanyaan arahan)

   Siswa diberi pengetahuan melalui pertanyaan mengenai objek, organisme atau fenomena sains. Kemudian dihubungkan dengan konsep sains. Pertanyaan mengarahkan siswa untuk melakukan investigasi empiris dan menggunakan data untuk memberi penjelasan mengenai suatu fenomena sains. Guru membimbing siswa berpikir kritis dalam proses identifikasi pertanyaan yang muncul dari siswa agar sesuai dan dapat dijawab siswa melalui observasi dan investigasi.

 

  • Evidence (pembuktian)

Siswa melakukan pembuktian melalui eksperimen yang dapat membantu mereka untuk mengembangkan penjelasan dan evaluasi dari pertanyaan sains yang mereka ajukan sebelumnya. Akurasi data didapat melalui observasi, pengukuran dan mengumpulkan data yang berkaitan dengan eksperimen yang dilakukan.

  • Explanation (penjelasan)

Siswa membuat penjelasan dari bukti yang diperoleh secara ilmiah. Siswa menggunakan alasan, penyebab, efek dan membangun hubungan berdasarkan bukti dengan cara logis. Bagi siswa, tahap ini berguna untuk membangun pengetahuan yang baru berdasarkan pengetahuan sebelumnya.

  • Evaluation (evaluasi)

Siswa mengevaluasi pertanyaan mereka dengan cara eliminasi dan revisi dalam memperjelas alternatif penjelasan. Alternatif penjelasan didapat dari hasil diskusi, membandingkan hasil, intruksi dari buku atau materi dari guru. Evaluasi bertujuan agar siswa dapat memperoleh hubungan antara hasil dan juga kemampuan ilmiah yang dibutuhkan untuk level selanjutnya.

  • Communication (komunikasi)

Siswa mengkomunikasikan hasil yang diperoleh. Dengan cara ini siswa yang lain mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan bukti, mengevaluasi alasan yang tidak sesuai dan mengusulkan alternatif penjelasan.

Lima langkah pada inkuiri ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Para siswa akan berperan aktif melatih keberanian, berkomunikasi dan berusaha mendapatkan pengetahuannya sendiri untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Sehingga dalam kegiatan pembelajarannya tidak lagi didominasi oleh kegiatan guru melainkan siswa itu sendiri. Tugas guru adalah mempersiapkan skenario pembelajaran dan membimbing siswa dalam melakukan setiap tahapan dalam kegiatan pembelajaran tersebut sehingga pembelajarannya dapat berjalan dengan lancar. Jadi dalam hal ini guru merupakan fasilitator bagi para siswa untuk mendapatkan pengetahuan mereka sendiri dan dapat memecahkan masalah. 

 

  1. Kelebihan dan Kekurangan Inkuiri

Inkuiri merupakan pembelajaran yang banyak dianjurkan karena pebelajaran ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:

  1. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi yang menekankan

       kepada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara

       seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih

       bermakna.

  1. Dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya

       belajar mereka.

  1. Merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan

       psikologi

  1. belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan

       tingkah laku berkat adanya pengalaman.

  1. Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

Di samping memiliki keunggulan, inkuiri juga  memiliki kelemahan sebagai berikut, yaitu:

  1. Kesulitan mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
  2. Strategi ini sulit dilakukan dalam merencanakan pembelajaran oleh

       karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.

  1. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya memerlukan waktu yang panjang, sehingga sering kali guru sulit untuk menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
  2. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi, maka strategi pembelajaran inkuiri akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.

 

  1. Larutan Asam Basa
  2. Pengertian Larutan Asam Basa

Larutan asam adalah larutan yang mempunyai rasa asam dan bersifat korosif yaitu larutan yang dapat merusak logam marmer, dan berbagai bahan lain, sedangkan basa adalah larutan yang memiliki rasa pahit dan bersifat kaustik yaitu licin, seperti bersabun. Ada beberapa ilmuan yang menjelaskan tentang teori asam dan basa, yaitu sebagai berikut:

  • Antoine Laurent Lavoiser (1777) menyatakan bahwa penyebab asam

       adalah oksigen, karena asam selalu mengandung unsur oksigen

  • Sir Humphry Davy (1810) menunjukkan bahwa asam hidrogen klorida tidak mengandung unsur oksigen. Oleh karena itu, Davy menyimpulkan bahwa penyebab asam adalah hidrogen yang merupakan unsur dasar dari setiap asam.
  • Joseph Louis Gay-Lusac (1814) menyimpulkan bahwa asam merupakan suatu zat yang dapat menetralkan golongan alkali dan kedua golongan senyawa itu hanya dapat didefinisikan dalam kaitan satu dengan yang lainnya.
  • Svente August Arrhenius (1884) mengemukakan konsep asam merupakan zat yang dalam air melepaskan ion hidroggen (H+). Sedangkan basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida ).
  • N. Lewis (1923) mengungkapkan bahwa asam adalah akseptor elektroon atau zat yang menerima pasangan elektron, sedangkan basa adalah donor elektron atau zat yang memberi pasangan elektron.

 

  1. Konsep pH, pOH dan pKw
  • Derajat Keasaman (pH)

Derajat atau tingkat keasaman larutan (pH) bergantung pada konsentrasi ion H+ dalam larutan. Konsep pH dinyatakan dalam konsentrasi ion H+, yaitu sama dengan negatif logaritma konsentrasi ion H+:

pH = -Log [H+]

  

  • Derajat Kebasaan (pOH)

Analogi dengan pH (sebagai cara menentukan konsentrasi ion H+), konsentrasi ion OH- juga dapat dinyatakan dengan cara yang sama, yaitu pOH. pOH dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan:

pOH  = -Log [OH-]

 

  • Tetapan Kesetimbangan Air (pKw)

  Tetapan kesetimbangan air yang disimbolkan dengan Kw,            

Ketetapan ini menunjukkan bahwa dalam air murni atau larutan apa  saja, hasil kali konsentrasi ion hidrogen dan ion hidroksida adalah tetap (konstan). Pada suhu kamar,  memiliki tetapan 1 x 10-14

  • Hubungan pH, pOH dan pkw 

Hubungan antara pH dengan pOH dapat diturunkan dari persamaan tetapan kesetimbangan air . Jika kedua ruas persamaan ini diambil harga negatif logaritmanya, diperoleh:

  • log + log  = - log 1 x  
  • log + log  = 14

pH + pOH = 14

 

Derajat keasaman atau kebasaan dinyatakan secara lengkap dan ringkas oleh harga pH-nya, yaitu: Jika pH = 7, maka larutan bersifat netral, Jika pH < 7, maka larutan bersifat asam, Jika pH > 7, maka larutan bersifat basa

 

  1. Kekuatan Asam dan Basa

“Kekuatan asam dan basa dinyatakan dalam besaran derajat ionisasi dan tetapan kesetimbangan ionisasinya”.

Derajat ionisasi (α) merupakan perbandingan antara jumlah zat yang mengion dengan jumlah zat mula-mula. Dapat dinyatakan sebagai berikut, yaitu:

α   =  Jumlah zat yang mengion

Jumlah zat mula-mula

 

Jika zat mengion sempurna, maka derajat ionisasinya = 1 Jika zat tidak ada yang mengion, maka derajat ionisasinya = 0

Jadi, batas-batas derajat ionisasinya adalah 0 < α < 1.

Tetapan kesetimbangan untuk ionisasi asam disebut tetapan ionisasi asam

( ).Secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut,  Reaksi:

               HA (aq)                   H+(aq) +   (aq)

Rumus mencari nilai :

               Ka  = [H+]. [A-]

                           [HA]

Hubungan antara kekuatan asam (α) dengan tetapan kesetimbangan asam ( )  Tetapan kesetibangan untuk ionisasi basa disebut tetapan ionisasi basa ( ), rumus mencari nilai  analogi seperti rumus mencari , yaitu sebagi berikut:

 Reaksi:   LOH (aq)               L+(aq) +  (aq)

Rumus mencari nilai

                  Kb  = [L+]. [OH-]

                           [LOH]

  1. Menghitung pH Larutan Asam

Menghitung pH larutan asam dapat dilakukan dengan menggunakan indikator asam basa atau pH meter. Namun ada beberapa cara lain dalam mengukur atau meramalkan pH larutan asam berdasarkan konsentrasi dan kekuatan asam yang bersangkutan, yaitu sebagai berikut:

  • Asam Kuat

Asam kuat mengion dengan sempurna, pH larutan dapat ditentukan jika konsentrasi asam diketahui, yaitu:

[H+] = M x Valensi asam

 

  • Asam Lemah

Asam lemah tidak mengion sempurna, oleh karena itu ion H+ hanya dapat ditentukan jika derajat ionisasi (α) atau tetapan ionisasi  asam juga diketahui,maka konsentrai ion [H+] dapat dihitung dengan menggunakan

persamaan sebagai berikut:

      

       dengan,  = tetapan ionisasi

                     M = konsentrasi asam

Namun jika derajat asam (α) yang diketahui, maka konsentrasi ion

[H+] dapat ditentukan dengan menggunakan rumus:59

[H+] = M x α

 

 

  1. Menghitung pH Larutan Basa

Seperti halnya asam kuat, pH larutan basa kuat dapat ditentukan hanya dengan mengetahui konsentrasi basa. Sedangkan untuk pH larutan basa lemah dapat ditentukan dengan sama halnya seperti pH asam lemah, yaitu jika konsentrasi dan derajat ionisasi atau tetapan ionisasi basa diketahui.

 

  1. Indikator Asam Basa

Indikator asam dan basa merupakan suatu senyawa organik yang dapat berubah warna berubahnya pH. Contohnya kertas lakmus. yang dapat berwarna merah pink dalam larutan yang bersifat asam dan berwarna biru dalam larutan yang bersifat basa. Indikator lakmus berwarna merah dalam larutan yang memiliki pH sampai dengan 5,5 dan berwarna biru dari pH = 8,0, sedangkan larutan yang pH-nya antara 5,5 - 8,0, warna lakmus adalah kombinasi darkedua warna tersebut, yaitu berubah dari merah menjadi ungu kemudian menjadi biru.  

Batas-batas pH ketika indikator mengalami perubahan warna disebut trayek perubahan warna indikator itu.[i] Indikator dapat berubah warna apabila sistem kromofornya diubah oleh reaksi asam-basa. Setiap indikator memiliki trayek yang berbeda, maka pH larutan dapat ditentukan (diperkirakan) dengan kombinasi dari beberapa indikator.

 

 


Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MAN 2 Bungo

Mars Madrasah