
Menjelang batas akhir pemutakhiran data semester, operator madrasah bergerak cepat mengejar target penyelesaian input jam mengajar guru di sistem Simpatika. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh beban kerja guru tervalidasi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Proses input dan verifikasi jam mengajar bukan perkara sederhana. Operator harus mencocokkan jadwal pelajaran, rombongan belajar, serta jumlah jam tatap muka (JTM) setiap guru agar sesuai dengan aturan minimal 24 jam per minggu bagi guru bersertifikasi. Kesalahan sedikit saja dapat berdampak pada status keaktifan guru maupun pencairan tunjangan profesi.
“Semua data harus sinkron, mulai dari jadwal di madrasah hingga persetujuan kepala madrasah di sistem. Kami tidak ingin ada jam yang tertinggal atau tidak terbaca valid,” ujar salah satu operator.

Sebagai sistem resmi yang dikelola oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Simpatika menjadi acuan utama dalam pengelolaan data pendidik dan tenaga kependidikan madrasah. Oleh karena itu, ketelitian dan koordinasi menjadi kunci utama dalam proses pemutakhiran.
Selain bekerja di ruang tata usaha, operator juga aktif berkomunikasi dengan para guru untuk memastikan tidak ada jadwal yang bentrok serta seluruh rombongan belajar telah terinput dengan benar. Dalam beberapa kasus, penyesuaian jadwal harus segera dilakukan demi memenuhi ketentuan beban kerja.
Meski dihadapkan pada tenggat waktu yang ketat, semangat kebersamaan antara operator, guru, dan pimpinan madrasah menjadi modal utama dalam menyelesaikan target. Diharapkan seluruh jam mengajar dapat tervalidasi tepat waktu sehingga proses administrasi dan hak guru dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
|
27x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...